Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki sumber daya alam melimpah ruah, dan di mana sumber daya alamnya dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi bagi keberlangsungan hidup. Namun seiring berjalannya waktu ketersediaan alam tersebut kini semakin menipis. Kelangkaan yang terjadi dikarenakan adanya ketidakpedulian dan pemborosan yang memupuk rasa ketidaksadaran akan terbatasnya sumber daya alam termasuk energi. Padahal, energi memiliki peran penting dalam kehidupan manusia yang memiliki kemampuan untuk mendukung berbagai proses kegiatan. Untuk itu manusia tidak bisa bergantung kepada sumber daya alam yang kian menipis keberadaannya.

Oleh karenanya untuk mengantisipasi kelangkaan energi maka energi terbarukan merupakan alternatif terbaik dalam mengolah energi. Energi terbarukan adalah energi yang dihasilkan dari sumber alami seperti matahari, angin, dan air. Sumber energi terbarukan adalah sumber energi ramah lingkungan yang tidak mencemari lingkungan dan tidak memberikan kontribusi terhadap perubahan iklim dan pemanasan global, karena energi yang didapatkan berasal dari “proses alam yang berkelanjutan”, seperti sinar matahari, angin, air yang mengaliri, dan geothermal. Ini menegaskan bahwa sumber energi telah tersedia, tidak merugikan lingkungan dan menjadi alasan utama mengapa energi terbarukan sangat terkait dengan masalah lingkungan dan ekologi.

Besaran potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) dimuat laman Kementerian ESDM. Indonesia memiliki EBT besar seperti mini/micro hydro sebesar 450 MW, Biomass 50 MW, energi surya 4,80 kWh/m2/hari. Kemudian, energi angin 3-6 m/det dan energi nuklir 3 GW. Saat ini pengembangan EBT berdasar Perpres No 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional. Isinya, kontribusi EBT dalam bauran energi primer nasional pada tahun 2025 sebesar 17%. Komposisinya bahan bakar nabati 5%, panas bumi 5%, biomasa, nuklir, air, surya, dan angin 5%, serta batubara yang dicairkan 2%.

Bidang ESDM telah melakukan konsolidasi dan koordinasi dengan pimpinan wilayah pemuda muhammadiyah seluruh Indonesia di Malang untuk memaksimalkan Energi Baru Terbarukan. Hadir dalam kegiatan tersebut Menteri ESDM Ignatius Jonan, Deputi di Kementerian ESDM, Direktir PLN Wilayah Jawa Timur dan Praktisi EBT.

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here