Kebaharuan (Tajdid) adalah watak gerakan Muhammadiyah yang beberapa dekade ini dikritik oleh banyak pihak tidak lagi hadir dari Muhammadiyah, maka menghadirkan semangat kebaharuan adalah fardhu ain. Watak kebaharuan ini-lah yang saya sebut “Nalar Baru Gerakan Pemuda Muhammadiyah”.

Salah satu angenda kebaharuan adalah melakukan pembenahan melalui bidang perngkaderan, dengan merubah konsep pengkaderan Baitul Arqam yang selama ini dianggap formalistik harus pula ikut dibenahi dibeberapa bagian, seperti Baitul Arqom tidak hanya dijadikan pengkaderan sekali setahun, dibeberapa level, tetapi diikuti dengan pelembagaan pengkaderan rutin semacam kuliah kader yang dilakukan bisa selama 6 Bulan, seminggu sekali, melalui pengajian Baitul Arqom disemua level pimpinan Pemuda Muhammadiyah, mulai ranting sampai dengan Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, dengan kurikulum pembelajaran lengkap mengenai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, serta tema-tema tematik lainnya.

Dimasa yang akan datang kita tidak hanya memiliki forum Baitul Arqom yang dilaksanakan dalam jangka waktu hanya 3-5 hari, diberbagai level kepemimpinan, tetapi Pemuda Muhammadiyah memiliki kelas kuliah kader selama 6 bulan, yang dilaksanakan setiap seminggu sekali dibeberapa sarana sekolah atau perguruan tinggi Muhammadiyah di seluruh Indonesia, yang juga kita sebut dengan “Baitul Arqom”. Model ini akan membantu setiap kader Pemuda Muhammadiyah meningkatkan kapasitas-nya masing-masing, sebagai usaha untuk mewujudkan “Nalar Baru Gerakan Pemuda Muhammadiyah”, tidak mungkin kita bisa mendorong perubahan sosial dan meningkatkan kualitas dakwah dan gerakan Pemuda Muhammadiyah, tanpa terlebih dahulu membenahi kapasitas dan kualitas kader.

Saat ini Model Sekolah Kader Baitul Arqom konsepsinya telah kita tuntaskan. Tinggal melakukan sosialisasi dan implementasi diberbagai tingkatan kepemimpinan agar akselerarasi pengkaderan kita menjadi lebih baik. Upaya Membangun Integritas jamaah serta Jam’iyah Pemuda Muhammadiyah pun, kita lakukan dalam agenda gerakan nalar baru ini, yakni melalui Madrasah Antikorupsi, yang menjadi gerakan kebudayaan antikorupsi yang mampu meningkatkan political social leverage jamaah dan Jam’iyah Pemuda Muhammadiyah.

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here