Jakarta –  Budayawan Jaya Suprana mengaku kagum terhadap sosok Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak. Bahkan pendiri Museum Rekor Indonesia (MURI) ini meminta Dahnil untuk maju memimpin bangsa ini. Meski belum untuk saat ini.

Jaya Suprana menyatakan demikian saat menyampaikan Pidato Kebangsaan dalam acara peluncuran buku Dahnil yang berjudul “Nalar Politik Rente” di Auditorium KH Ahmad Dahlan, gedung Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Rabu malam.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut sejumlah tokoh nasional. Seperti Ketua MPR Zulkifli Hasan, mantan Menko Maritim Rizal Ramli, anggota DPR/Ketua Umum Tidar Gerindra Aryo Djojohadikusumo, Bupati Tapanuli Tengah Bachtiar Sibarani, Walikota Sibolga Syarfi Hutauruk, pengurus DPP Partai Demokrat Abdullah Rasyid, Pemimpin Umum Kantor Berita Politik RMOL yang juga mantan Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Teguh Santosa, wartawan senior dari MNC Group Latief Siregar, dan aktivis ICW Abdullah Dahlan.

Jaya Suprana sendiri mengaku pertama kali mengenal Dahnil saat keduanya turut tampil sebagai pembicara dalam acara Indonesia Lawyers Club yang disiarkan TVOne. Pada edisi tersebut, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif juga sebagai pembicara.

“Saya kenal pemuda ini (Dahnil), itu di ILC. Waktu itu saya kaget sekali. Karena setahu saya, dia ngakunya dari Muhammadiyah. Tetapi pada waktu itu, beliau terang-terangan berseberangan pendapat dengan Buya Maarif. Kok berani-beraninya begitu,” ungkapnya yang dilangsung tertawa seluruh hadirin yang memenuhi ruangan acara.

“Karena ini adalah pemuda yang benar-benar berani menyatakan yang benar sebagai benar dan tidak benar sebagai tidak benar,” kata Jaya Suprana melanjutkan tanpa menerangkan apa topik dan waktu tayang ILC yang dimaksud.

Kekaguman pendiri Pusat Studi Kelirumologi terhadap Dahnil tak sampai di situ. Dia juga ‘angkat topi’ terhadap pendiri Madrasah Anti Korupsi tersebut saat mereka hadir dalam pertemuan tokoh agama dengan Presiden Jokowi sewaktu heboh kasus penistaan agama yang melibatkan Basuki T. Purnama.

Dalam pertemuan itu, hanya Dahnil yang berani menginterupsi Presiden.

“Dan kekaguman saya, sewaktu menghadap Presiden. Dia adalah satu-satunya, waktu itu semua tokoh agama, satu-satunya yang menegur Presiden, ‘Kenapa kok tidak semua (tokoh agama) diundang, kok dipilih yang diundang.’ Saya pikir ini pemuda gila,” papar Jaya Suprana.

Yang membuat Jaya Suprana semakin berdecak kagum kepada Dahnil saat terjadi insiden pada acara peringatan 90 tahun beririnya Kanius, yang gedungnya di sebelah kantor Muhammadiyah. Pada saat itu sejumlah alumni Kanisius yang dimotori Ananda Sukarlan walkout ketika Gubernur DKI Jakarta menyampaikan sambutan.

Aksi Ananda Sukarlan Cs tersebut menuai polemik, bahkan sempat diisukan ada kelompok massa yang protes akan menggeruduk Kanisius.

“Nah kemudian, terakhir saya kagum mengenai peristiwa sebelah (Kanius). Anies datang disambut WO dan macam-macam yang kemudian menimbulkan amarah. Beliau (Dahil) yang pertama-tama melindungi Kanisius. Gila. Jadi Anda benar-benar tidak ada batasan agama. Dan Anda bukan hanya slogan, sudah mendarah daging. Dan Anda tidak membati buta tuli. Anda melakukannya secara sadar,” aku Jaya Suprana.

Namun, di balik sejumlah kekagumannya terhadap Dahnil tersebut, Jaya Suprana ternyata memendam rasa kecewa. Karena Dahnil, seperti disampaikan pada saat sambutan pembuka, dia dan sejumlah pihak yang kerap menyampaikan kritik dan masukan kepada pemerintah, ibarat Brahmana dalam tradisi Hindu. Yaitu kelompok intelektual atau agamawan yang memberikan nasihat.

“Tapi tadi saya kecewa. Anda maunya kok jadi Brahmana. Enggak cocok. Anda kesatria. Tolong disadarkan ya Pak Teguh. Pak Teguh kan seniornya,” ungkapnya yang lagi-lagi disambut tawa.

“Tapi Anda tunggu agak sabar sedikit kalau mau jadi Presiden. Biar Pak Rizal Ramli dulu sama Pak Zulkifli Hasan. Anda tahan diri sedikit. Tunggu berdua ini, siapa yang jadi wakil presiden terserah nanti,” imbuhnya sambil tertawa.

“Tapi saya mengharap di masa depan, tolong pimpin bangsa ini. Jangan seperti saya cuma menulis. Di samping menulis, Anda pimpin bangsa ini,” demikian Jaya Suprana

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here