Jakarta, DETIK.COM – Pembelaan staf Irwan Gusman melalui akun media sosial ditanggapi oleh Pemuda Muhammadiyah sebagai penggiringan opini. Meskipun sudah mendapatkan teguran dari Pimpinan KPK, penggiringan opini yang dilakukan staf Irman Gusman merupakan kekeliruan dan berbahaya.

“Ada fenomena menarik, ada penggiringan opini seolah-olah Irman Gusman tidak bersalah, seolah-olah dizalimi. Penggiringan ini menurut saya berbahaya,” ujar Dahnil Azhar Simanjuntak usai diskusi Korupsi dan Dinasti Politik di PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (19/9/2016).

Sebagai ketua Pemuda Muhammadiyah, Dahnil juga mengingatkan agar KPK segera menuntaskan kasus-kasus seperti ini. Apalagi banyak kasus besar yang belum dituntaskan oleh KPK. Ia juga menambahkan bahwa KPK harus dikawal dan harus dikritik ketika ada kasus yang lama penuntasannya.

Selain itu, Dahnil juga mengingatkan agar pengusaha yang memiliki partai tidak memperlakukan parpol sebagai sebuah perusahaan. Karena, ketika parpol diperlakukan sebagai perusahaan akan merusak watak demokrasi.

Irman Gusman ditangkap KPK di rumah dinasnya pada Sabtu (17/9/2016) dini hari. KPK mengamankan uang Rp 100 juta yang diterima Irman. Uang suap tersebut diduga berkaitan dengan pengurusan kuota impor gula di Provinsi Sumatera Barat. Tersangka pemberi suap adalah pasangan suami istri XSS dan MMI.

SUMBERdetik.com
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here