TENTANG AMIEN RAIS : KPK TENDENSIUS DAN TIDAK ETIS

0
45

Pernyataan JPU KPK bahwa Amien Rais menerima aliran dana dari Mantan Menkes Siti Fadilah Supari adalah sangat bertendensi character assasination terhadap Tokoh Reformasi Amien Rais. Tidak ada bukti dan fakta bahwa Ibu Siti Fadilah pernah memberi/mentransfer dana kepada Amien Rais. Juga, mengaitkan kasus itu dengan menyebut nama Muhammadiyah padahal tidak ada kaitan sangat tidak etis. Terhadap kasus2 lain KPK tidak pernah mengaitkan dengan nama organisasi. Maka, KPK perlu bertanggung jawab atas ucapan/tuduhannya itu.

Kalau KPK enggan bertanggung jawab, maka KPK sangat patut diduga bekerja untuk pihak tertentu, yaitu yang merasa tersinggung dengan gerakan politik Amien Rais selama ini. Saya.memang menengarai bahwa selama ini KPK terkesan tidak netral dalam menjalankan tugasnya selama ini. Selain itu KPK juga menerapkan standar ganda terhadap kasus2 korupsi. Hal ini ditunjukkan oleh KPK tidak berani mengurus korupsi korporasi.

Juga kasus2 yg sudah kasat mata terindikasi korupsi seperti kasus reklamasi dan RS Sumber Waras seperti ditutup-tutupi oleh KPK, walaupun lembaga negara seperti BPK sudah membuat laporan penyimpangan. Begitu juga banyak kasus2 besar yg cenderung dipetieskan atau dibatasi pada tersangka2 tertentu oleh KPK, seperti BLBI, Hambalang, atau eKTP.

Kita menunggu keseriusan KPK utk melanjutkan kasus2 tadi termasuk kasus reklamasi, RS Sumber Waras, Century dan utk memeriksa atau menyadap pejabat2 yg disebut korup.
Saya berharap agar KPK tidak menerapkan standar ganda dan tidak menjadi alat pihak tertentu apalagi utk menghabisi lawan2 politiknya. Kalau ini terjadi, maka pemberantasan korupsi akan jauh panggang dari api. Untuk itu saya meminta DPR-RI untuk mengevaluasi eksistensi KPK dan mengawasi para komisionernya yg terkesan bekerja sebagai perpanjangan tangan pejabat tertentu.

oleh : Prof. Din Syamsuddin
(Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here