Berjamaah Lawan Korupsi

Share !
Facebook
Google+
Twitter
WhatsApp
Email
Print
POIN-1-1068x593

Peta jalan memulai Khittoh Nalar Baru Gerakan Pemuda Muhammadiyah, sejatinya telah di mulai sejak dua tahun lalu, sejak pertama kali Dahnil Anzar Simanjuntak terpilih sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, yakni 22 November 2016. Dimulai dari pelantikan yang dilaksanakan di Jakarta, Pada tanggal 24 Desember 2014, Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah memulai Deklarasi awal sebuah gerakan yang disebut sebagai Gerakan Berjamaah Lawan Korupsi. Bersama dengan Indonesia Coruption Watch, Pemuda Muhammadiyah melaunching Gerakan Berjamaah Lawan Korupsi pada Minggu, 8 Februari 2015.

Gerakan Berjamaah Lawan Korupsi adalah langkah awal dimulainya, gerakan pendidikan merawat dan membentengi integritas kader Pemuda Muhammadiyah melalui pendirian Madrasah Antikorupsi (MAK) yang saat ini telah berdiri di 24 Kabupaten/Kota diseluruh Indonesia. Gerakan Berjamaah Lawan Korupsi melalui Madrasah Antikorupsi setidaknya telah sukses menjadi benteng moral bagi sebagian kader Pemuda Muhammadiyah, demikian pula secara organisatoris Pemuda Muhammadiyah menjadi satu-satunya OKP di Indonesia yang berani dengan tegas dan terang membangun gerakan antikorupsi. Gerakan ini berjejaring dan berakar, sehingga memberikan efek positif bagi performa Pemuda Muhammadiyah di Publik, sebagai Organisasi yang konsisten memiliki gerakan antikorupsi, Pemuda Muhammadiyah seringkali menjadi newsmaker melalui diskusi rutin Madrasah Antikorupsi, terkait dengan isu-isu antikorupsi, dan tentu berefek pada isu-isu lain.

Ibda Binafsihi atau dimulai dari diri sendiri menjadi semboyan penting Gerakan Berjamaah Lawan Korupsi. Maka, pembenahan internal organisasi pun secara bertahap dan pelan kita lakukan, kini Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah melaporkan kondisi keuangannnya secara rutin setiap tahunnya dan dipublikasikan melalui website resmi Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah yakni; www.pemudamuhammadiyah.or.id. Laporan keuangan Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah juga disampaikan secara periodik kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Jakarta dan Yogyakarta, serta kepada pihak ke 3 yang terkait dengan donasi. Kami percaya bahwa dalam gerakan dakwah amar makruf nahi mungkar, integitas adalah segalanya, dan tidak boleh roboh karena praktek-praktek yang tercela.

Share !
Facebook
Google+
Twitter
WhatsApp
Email
Print